Dakwah bijak di Kampus

    Share

    ikhwan fathy
    Moderator
    Moderator

    Number of posts : 5
    Real Name : ikhwan fathy
    Nickname : ikhwan
    Registration date : 2009-02-07

    Dakwah bijak di Kampus

    Post by ikhwan fathy on Sat Feb 07, 2009 9:21 am

    Kampus, miniatur suatu negara, tempat berkumpulnya manusia dengan berbagai aktifitas dan pikiran yang bermacam-macam.
    kita sebagai mahasiswa yang alhamdulillah telah diberikan hidayah Islam, jalan yang lurus lagi terang, tentu tidak akan tinggal diam dengan banyaknya kemungkaran yang merajalela dikampus kita. Nah, menurut antum, kira-kira langkah dakwah yang tepat sasaran plus bijak tentunya yang perlu dilakukan dikampus kita, kira-kira apa aja?

    Abul Fudhail
    Admin
    Admin

    Number of posts : 52
    Age : 28
    Location : Jakarta - Melbourne
    Real Name : Ricky Zulkifli Bokings
    Nickname : Abul Fudhail
    Registration date : 2009-02-02

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by Abul Fudhail on Sat Feb 07, 2009 11:05 am

    DENGAN APA DAKWAH DIMULAI ?

    Oleh
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


    Pertanyaan.

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Jika seseorang hendak mendakwahi orang lain, bagaimana ia memulai dan apa yang dibicarakannya ?

    Jawaban

    Tampaknya, bahwa yang dimaksud oleh penanya adalah mengajak orang lain ke jalan Allah. Berdakwah harus dengan hikmah, nasehat yang baik, sikap lembut, tidak kasar dan tidak mencela, memulai dengan yang paling
    penting lalu yang penting, sebagaimana yang dipesankan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau mengutus para utusannya ke berbagai pelosok negeri, beliau menyuruh mereka untuk memulai dengan yang paling penting lalu yang penting. Kepada Mua’dz bin Jabal saat beliau mengutusnya ke Yaman, beliau berpesan.

    “Artinya : Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas mereka pelaksanaan lima kali shalat dalam sehari semalam. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan zakat atas mereka yang diambil dari yang kaya untuk disalurkan kepada yang miskin di antara mereka”

    [Hadits Riwayat Bukhari dalam Az-Zakah 1458, Muslim dalam Al-Iman 19]

    Yaitu memulai dengan yang paling penting, lalu yang penting dengan memilih kesempatan, waktu dan tempat yang tepat dan sesuai untuk berdakwah. Adakalanya saat yang tepat adalah mendakwahinya di rumahnya dengan mengajaknya berbincang-bincang, adakalanya cara yang tepat adalah dengan mengajaknya berkunjung ke rumah seseorang agar didakwahi, adakalanya pula pada saat-saat lainnya. Yang jelas, seorang muslim yang berakal dan berpengetahuan akan mengetahui bagaimana bersikap dalam mengajak orang lain kepada kebenaran.

    [Kitabud Da’wah 5, Syaikh Ibnu Utsaimin 2/155-156]

    [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 267 Darul Haq]

    Sumber:
    http://www.almanhaj.or.id/content/668/slash/0


    Abul Fudhail
    Admin
    Admin

    Number of posts : 52
    Age : 28
    Location : Jakarta - Melbourne
    Real Name : Ricky Zulkifli Bokings
    Nickname : Abul Fudhail
    Registration date : 2009-02-02

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by Abul Fudhail on Sat Feb 07, 2009 11:25 am

    Permasalahan utama bukan bagamaina dakwahnya, tapi metode pendekatan kita terhadap mereka. lebih baik memfokuskan diri kepada person-person (perorangan) daripada menyeluruh, dan alangkah baiknya orang-orang yang hendak diajak itu orang yang terdekat dengan kita, karena kita sedikit-banyaknya telah mengetahui karekteristiknya. jadi kita bisa menentukan bagaimana metode yang cocok untuk diterapkan kepada mereka.

    al-yabany
    Pemula
    Pemula

    Number of posts : 9
    Location : Shizuoka-Japan
    Real Name : Andi Ruswandi
    Nickname : Andi
    Registration date : 2009-02-15

    Petunjuk Dakwah dalam Al-A'la Ayat 9 dan Al-Ghasyiya Ayat 21-26

    Post by al-yabany on Sun Feb 15, 2009 6:58 pm


    Alhamdulillah, wahai saudara-saudarku yang semoga Allah selalu merahmatimu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menunjuki para hambanya dalam menyampaikan Dienul Islam dalam firman-firman-Nya sebagai petunjuk bagi kita dan menghapuskan segala bentuk penyimpangan dari jalan dakwah. Diantaranya Allah berfirman,

    فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَى

    "oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfa'at," (Al-A'la : 9)

    Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan,

    "Maksudnya, sampaikanlah peringatan pada saat peringatan itu mendatangkan manfaat. dari hal tersebut dapat kita ambil tata krama dalam menyebarkan ilmu, yaitu tidak boleh meletakkannya tidak pada tempatnya. Sebagaimana yang dikatakan Amirul Mukminin 'Ali RodhiAllohu'anhu : "Tidaklah engkau menyampaikan suatu hadits kepada suatu kaum yang tidak dapat dicerna oleh akalnya melainkan hanya akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka." Dan dia juga mengatakan : "Ajaklah orang-orang berbicara mengenai apa yang mereka ketahui, apakah kalian suka mendustakan Allah dan Rasul-Nya?"

    Juga firman-Nya,

    فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ

    "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan." (Al-Ghasyiya : 21)

    لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

    "Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka," (Al-Ghasyiya : 22)

    إِلَّا مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ

    "tetapi orang yang berpaling dan kafir," (Al-Ghasyiya : 23)

    فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

    "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar." (Al-Ghasyiya : 24)

    إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

    "Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka," (Al-Ghasyiya : 25)

    ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

    "kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiya : 26)

    Mengenai ayat-ayat dari surat Al-Ghasyiya di atas, Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahulloh menjelaskan,

    "Maksudnya, berikanlah peringatan hai Muhammad, kepada manusia, mengenai apa yang engkau diutus dengannya kepada mereka.

    وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

    "Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka." (Ar-Ra'd : 40)

    Oleh karena itu, Dia berfirman,

    لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

    "Kamu bukanlah yang berkuasa atas mereka,"

    Ibnu 'Abbas, Mujahid, dan lain-lain mengatakan : "(Maknanya لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ `Dan kamu sekali-sekali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka,` yakni, kamu tidak bisa menciptakan keimanan di dalam hati mereka."

    Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir, dia berkata : "Rasulullah bersabda :

    `Aku diperintahkan untuk memerangi ummat manusia sehingga mereka mengucapkan,`Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah.` Jika mereka telah mengucapkannya, maka darah dan harta mereka telah terlindungi dariku, kecuali dengan alasan yang dibenarkan. Sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah `"

    Setelah itu, Rasululloh membaca ayat :

    فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ .لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

    "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka."

    Demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab al-Iimaan, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i di dalam kitab at-Tafsir yang terdapat di dalam Sunannya.

    Hadits ini juga disebutkan di dalam ash-Shahihain dari riwayat Abu Hurairoh tanpa menyebutkan ayat di atas.

    Dan firman Allah,

    إِلَّا مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ

    "tetapi orang yang berpaling dan kafir,"

    Maksudnya, berpaling dari amal perbuatan dengan seluruh sendinya dan kufur terhadap kebenaran dengan seluruh perbuatan dan lisannya. Oleh karena itu, Dia berfirman,

    فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

    "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar."

    Firman-Nya :

    إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

    "Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,"

    Yakni tempat kembali mereka.

    ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

    "kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka."

    Maksudnya, Kami yang akan menghisab amal perbuatan mereka dan memberikan balasan atas semuanya iu. Jika baik, maka akan diberi balasan yang baik, dan jika buruk, maka akan diberi balasan yang buruk pula." (Tafsir Ibnu Katsir)

    Janganlah bersedih engkau wahai penyeru kebaikan, seandainya ucapanmu ditolak, atau masyarakat sama sekali tidak menerimamu, karena engkau telah menggugurkan kewajibanmu.

    Namun ketahuilah, jika memang dalam dakwahmu itu benar-benar hanya mengharap wajah Allah , pasti akan ada hasilnya (membekas), meskipun mereka menolakmu secara terang-terangan di depanmu, mesti ada bekas di hati mereka.

    Maka janganlah engkau bersedih wahai para da'i, seandainya dakwahmu tidak diterima masyarakat. Jika engkau telah menyampaikan apa yang wajib engkau sampaikan, berarti bebanmu telah terlepas, dan serahkanlah hisabnya kepada Allah .

    Wallohu A'lam Bishshowab

    Abul Fudhail
    Admin
    Admin

    Number of posts : 52
    Age : 28
    Location : Jakarta - Melbourne
    Real Name : Ricky Zulkifli Bokings
    Nickname : Abul Fudhail
    Registration date : 2009-02-02

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by Abul Fudhail on Mon Feb 16, 2009 12:22 am

    Dakwah pun tak hanya sekali-duakali, akan tetapi jalan terus tanpa henti-hentinya, terus bersemangat, lemah lembut, bersifat memudahkan, dan tidak bersifat memaksa, serta tidak memasang target-target tertentu (tanpa memikirkan hasilnya) dan tentunya kita harus tetap istiqomah dan bersabar dalam berdakwah yaa ikhwah fillah!

    Benar adanya apa yang disampaikan akh andi, Sesungguhnya kita hanyalah pemberi peringatan, Allah-lah yang membolak-balikkan hati manusia, dan Dia-lah yang memberikan hidayah kepada siapa yang Dikehendaki-Nya...

    perlu diketahui juga, jangan lupakan juga untuk mendakwahi orang-orang diluar Islam (kafir), karena dakwah ini tidak dikhususkan kepada saudara seiman kita, akan tetapi mereka-mereka yang kafir pun punya hak untuk mendengarkan dakwah yang haq, hikmah dan lurus ini..

    semoga usaha-usaha kita untuk mengembalikan umat manusia kepada jalan yang terang lagi lurus hanya semata-mata mengharapkan wajah-Nya..

    kepada-Nya kita serahkan segala urusan kita,
    kepada-Nya kita bertawakkal...

    wallahu 'alam

    ikhwan fathy
    Moderator
    Moderator

    Number of posts : 5
    Real Name : ikhwan fathy
    Nickname : ikhwan
    Registration date : 2009-02-07

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by ikhwan fathy on Sun Feb 22, 2009 4:58 pm

    Pendekatan dakwah, termasuk juga metode dakwah
    Ana ingin yang konkrit aja.
    Misal bagaimana ketika Mas Al-yabany yang dari jepang berdakwah di sana, Ricky, yang kuliah di Auss di Sana?
    Trus juga teman-temanyang lain, yang kebetulan kuliah di kampus sekuler ini

    Abul Fudhail
    Admin
    Admin

    Number of posts : 52
    Age : 28
    Location : Jakarta - Melbourne
    Real Name : Ricky Zulkifli Bokings
    Nickname : Abul Fudhail
    Registration date : 2009-02-02

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by Abul Fudhail on Sun Feb 22, 2009 9:10 pm

    Pengikut Salafiyah di Lombok Barat Diserang aksi anarkis warga itu dipicu dengan ulah seorang pengikut Salafiyah.

    Sabtu, 21 Februari 2009, 21:04 WIB
    Arry Anggadha

    Sebanyak 15 orang pengikut faham Salafiyah di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, terpaksa diungsikan. Mereka mendapat ancaman dari warga sekitar, bahkan rumah mereka dirusak dengan cara dilempari batu.

    Peristiwa penyerangan terhadap pengikut faham Salafiyah itu terjadi Jumat 20 Februari malam. Menurut Azhar, warga Gapuk, aksi anarkis warga itu dipicu dengan ulah seorang pengikut Salafiyah yang menyebarluaskan cerita yang dinilai melecehkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWJnya NU).

    "Mereka ini kerap menceritakan hal miring mengenai Ahlussunnah Wal Jamaah. Itu yang membuat warga marah dan akan terus melakukan aksi anarkis terhadap mereka," kata Azhar kepada wartawan di Gerung, Sabtu 21 Februari 2009.

    Akibat aksi anarkis warga Gapuk itu sedikitnya enam rumah milik penganut Salafiyah di Dusun Mesanggok Desa Gapuk Kecamatan Gerung, rusak berat. Sejumlah kaca dan genting rumah pecah berantakan terkena lemparan batu.

    Petugas kepolisian dari Sektor Gerung segera mengevakuasi pengikut Salafi itu. Polisi juga berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mencegah meluasnya aksi anarkis warga.

    Kapolres Lombok Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Supriyanto meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mengarah pada tindakan anarkis. Peristiwa itu dinilai sebagai kesalahpahaman antara penganut faham tersebut.

    "Ini cuma silang pendapat dan seharusnya bisa diatasi secara kekeluargaan. Kami harap masing-masing pihak dapat menahan diri," ujar Kapolres.

    Hingga saat ini 15 orang dari enam kepala keluarga penganut Salafiyah masih berada di kantor kepolisian sektor Gerung. Mereka takut untuk kembali kerumah mereka karena beredar isu akan terjadi penyerangan susulan.

    Laporan: Edy Gustan | Mataram

    http://nasional.vivanews.com/news/read/32389-pengikut_salafiyah_di_lombok_barat_diserang

    maka dari itu, PERHATIKANLAH MASLAHAT sebelum melakukan metode dakwah,
    jangan sampai, malah membinasakan diri, keluarga dan lingkungan..

    Semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan bagi saudara-saudara kita yang mendakwahkan manhaj yang haq dan lurus ini...

    Amien

    Sponsored content

    Re: Dakwah bijak di Kampus

    Post by Sponsored content Today at 10:26 pm


      Current date/time is Fri Dec 09, 2016 10:26 pm